STIE Y.A.I Gelar Pengabdian kepada Masyarakat, Dorong Warga Pademangan Barat Kembangkan Bisnis Buket
Jakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y.A.I melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mendorong masyarakat Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara, untuk mengembangkan keterampilan kreatif menjadi peluang usaha. Kegiatan bertajuk “Pengembangan Strategi Memulai Bisnis Buket untuk Menumbuhkan Industri Kreatif” tersebut dilaksanakan di RPTRA Budi Mulia, Pademangan Barat, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa STIE Y.A.I berbagi pengetahuan serta keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat, khususnya dalam pengembangan usaha kreatif.
Ketua Pelaksana kegiatan, Carlo Herlambang, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan membuat buket bunga, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai peluang bisnis dan pengembangan usaha.
“Pengabdian kepada masyarakat menjadi wadah untuk menghadirkan ilmu yang aplikatif. Kami berharap setiap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, aktif berdiskusi, serta menjadikan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha yang bermanfaat.”
Membekali Peserta dengan Keterampilan dan Pengetahuan Bisnis
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai strategi memulai bisnis buket. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik pembuatan produk, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai aspek dasar pengelolaan usaha.
Materi kemudian dilanjutkan dengan workshop pembuatan buket bunga yang dipandu oleh narasumber. Melalui praktik langsung, peserta dapat mengembangkan kreativitas sekaligus memahami bagaimana sebuah keterampilan dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai Harga Pokok Produksi (HPP). Pengetahuan ini penting agar pelaku usaha dapat menentukan harga jual secara tepat dengan mempertimbangkan biaya bahan baku, proses produksi, kreativitas, serta biaya lainnya.
Salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya melakukan pembaruan perhitungan HPP secara berkala.
“Perbarui HPP secara rutin, karena keuntungan usaha dimulai dari perhitungan biaya yang tepat.”
Pembaruan HPP diperlukan karena harga bahan baku, termasuk bunga dan material pendukung buket, dapat mengalami perubahan. Dengan perhitungan biaya yang tepat, pelaku usaha dapat menentukan harga jual secara lebih akurat dan menjaga keberlanjutan usahanya.
Mendorong UMKM Beradaptasi di Era Digital
Lurah Pademangan Barat, Bapak Harry Firmansyah, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan STIE Y.A.I.
Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini relevan dengan kondisi masyarakat Pademangan Barat yang memiliki banyak aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah perkembangan teknologi, pelaku UMKM perlu meningkatkan keterampilan sekaligus menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan digital.
Pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok menjadi salah satu peluang yang dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. Namun, kemampuan membuat produk tetap perlu diiringi dengan pemahaman mengenai pengelolaan usaha dan strategi pemasaran.
“Tujuan pelatihan ini bukan hanya agar peserta mampu menghasilkan sebuah produk, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan usaha. Sebab, sebuah keterampilan akan menjadi lebih bernilai ketika diiringi dengan kemampuan mengelola bisnis dan memanfaatkan peluang di era digital, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi diri sendiri maupun keluarga.”
Mengembangkan Kreativitas Menjadi Peluang Usaha
Bisnis buket menjadi salah satu contoh usaha kreatif yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar. Produk buket dapat dikreasikan dalam berbagai bentuk dan tema sesuai dengan kebutuhan konsumen, mulai dari buket bunga hingga berbagai bentuk hadiah kreatif.
Dalam pengembangannya, nilai sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh harga bahan baku. Kreativitas, keterampilan, desain, waktu pengerjaan, dan nilai estetika juga menjadi bagian dari nilai jual produk.
Karena itu, peserta didorong untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan membuat buket, tetapi juga memahami bagaimana mengemas kreativitas tersebut menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi.
Wujud Nyata Tridharma Perguruan Tinggi
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat STIE Y.A.I ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, kegiatan seperti ini diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran bersama, meningkatkan kreativitas, serta mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan.
Ke depan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
STIE Y.A.I berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan masyarakat dan industri kreatif.

English