Mengubah Keterbatasan Menjadi Peluang: Kisah Akmal, Mahasiswa STIE Y.A.I yang Berjuang dari Waiter Menuju Akuntan Profesional
JAKARTA, 20 Mei 2026 – Dunia perkuliahan bukan sekadar tempat mengejar gelar akademik, melainkan sebuah kawah candradimuka untuk mentransformasi diri. Prinsip humanis dan profesional inilah yang tercermin nyata dalam perjalanan hidup Akmal, seorang mahasiswa aktif Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y.A.I (STIE Y.A.I) Jakarta jurusan Akuntansi, yang berhasil bangkit dari keterbatasan ekonomi demi mengejar cita-citanya.
Lahir sebagai anak sulung dari empat bersaudara, Akmal memikul tanggung jawab besar untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya. Masa lalunya di SMK Negeri 19 Jakarta diakuinya diwarnai dengan kepribadian yang cenderung tertutup dan pasif dalam berorganisasi. Namun, titik balik terbesar dalam hidupnya justru dimulai ketika ia dihadapkan pada realitas pahit setelah lulus sekolah pada tahun 2021.
"Lulus di tahun 2021 itu masa yang lumayan susah karena after Covid-19, dan cari kerja itu sulit sekali. Karena keterbatasan kompetensi saat itu, saya tidak langsung mendapatkan pekerjaan di bidang akuntansi. Akhirnya, saya harus bekerja sebagai waiter (pramusaji)," ungkap Akmal mengenang masa sulitnya.
Berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas sempat membuat Akmal mengubur impiannya untuk mencicipi bangku kuliah. Ia menyadari bahwa melanjutkan pendidikan tinggi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berbagai upaya telah ia lakukan, termasuk mengikuti seleksi di sejumlah sekolah kedinasan yang membebaskan biaya kuliah, namun takdir belum berpihak padanya.
Di tengah situasi yang hampir membuatnya menyerah, pintu harapan terbuka melalui STIE Y.A.I. Kesempatan emas ini tidak disia-siakannya. Akmal memilih untuk melakukan lompatan besar: mengubah kepribadiannya yang semula tertutup menjadi sosok yang aktif, humanis, dan siap ditempa menjadi tenaga profesional di bidang akuntansi.
Kampus STIE Y.A.I tidak hanya menjadi tempat Akmal menimba ilmu pemurnian akuntansi, tetapi juga menjadi lingkungan inklusif yang mendukung pengembangan karakter dan kompetensinya yang sempat tertinggal. Di sinilah nilai-nilai profesionalisme diasah agar ia mampu bersaing di industri modern, tanpa kehilangan sisi humanis sebagai anak sulung yang berjuang demi masa depan keluarganya.
Kisah Akmal adalah representasi nyata dari daya juang mahasiswa STIE Y.A.I. Sebuah bukti bahwa keterbatasan finansial dan tantangan pasca-pandemi bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah babak awal dari cerita sukses yang sedang ditulis dengan kerja keras dan tekad yang bulat.

English