Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y.A.I Ikut Urun Rembuk Pimpinan PTS LLDikti Wilayah III Bahas Masa Depan Pendidikan Tinggi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y.A.I turut hadir dalam kegiatan Urun Rembuk Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) LLDikti Wilayah III yang mengangkat tema “Masa Depan Pendidikan Tinggi Swasta Indonesia”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di Universitas Paramadina, Kampus Cipayung, Jakarta Timur.
Forum ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi swasta, pemangku kebijakan, akademisi, serta pemikir pendidikan tinggi untuk membahas berbagai isu krusial terkait arah pengembangan, tantangan, dan strategi peningkatan daya saing PTS di tengah dinamika perubahan global dan nasional.
Hadirkan Narasumber Nasional di Bidang Pendidikan Tinggi
Kegiatan Urun Rembuk PTS LLDikti Wilayah III menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang pendidikan tinggi. Mereka adalah:
Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)
Hj. Ledia Hanifa Amalia, S.Si., M.Psi.T., Anggota Komisi X DPR RI
Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D., Rektor Universitas Yarsi
Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif yang komprehensif, baik dari sisi kebijakan pemerintah, legislatif, maupun praktik pengelolaan perguruan tinggi swasta.
Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)
Hj. Ledia Hanifa Amalia, S.Si., M.Psi.T., Anggota Komisi X DPR RI
Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D., Rektor Universitas Yarsi
Pentingnya Diferensiasi dan Keunggulan PTS
Dalam paparannya, Hj. Ledia Hanifa Amalia menekankan pentingnya diferensiasi dan keunikan institusional sebagai kunci keberlanjutan perguruan tinggi swasta. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi swasta perlu menampilkan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh institusi lain di wilayah yang sama, baik melalui program unggulan, inovasi kurikulum, maupun penguatan ekosistem akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Menurutnya, identitas dan keunggulan khas merupakan modal strategis bagi PTS untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.
Pendidikan Tinggi sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Prof. Dr. Mukhamad Najib menegaskan pentingnya komitmen nasional dalam berinvestasi pada pendidikan tinggi sebagai fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan bahwa Indonesia perlu memiliki roadmap jangka panjang yang mampu mendorong lahirnya perguruan tinggi berkelas dunia.
Menurutnya, penguatan pendidikan tinggi akan membuka peluang transfer teknologi, kehadiran talenta global, serta peningkatan kapabilitas inovasi nasional. Dalam konteks ini, perguruan tinggi swasta dinilai memiliki peran strategis apabila dikelola secara adaptif dan berorientasi pada mutu.
Transformative University dan Kolaborasi Quadruple-Helix
Lebih lanjut, Mukhamad Najib juga menyoroti pentingnya penerapan konsep Transformative University (Generasi 4.0) sebagai arah pengembangan perguruan tinggi masa depan. Konsep ini menuntut perguruan tinggi untuk:
Responsif terhadap perkembangan digital dan teknologi
Berorientasi pada dampak sosial yang nyata
Mendorong inovasi yang inklusif
Mengedepankan prinsip keberlanjutan
Ia menambahkan bahwa pendekatan quadruple-helix, yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat, menjadi kunci dalam mendorong transformasi sosial-ekonomi serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Responsif terhadap perkembangan digital dan teknologi
Berorientasi pada dampak sosial yang nyata
Mendorong inovasi yang inklusif
Mengedepankan prinsip keberlanjutan

English