“Jangan Menunggu Lulus”: Ketua STIE Y.A.I Ajak Mahasiswa Mulai Bisnis Sejak Kuliah Seminar Kewirausahaan Gen Z
Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi generasi muda untuk memulai bisnis sejak usia kuliah. Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam seminar “From Small Idea to Big Brand: Rahasia Bisnis Kekinian Ala Gen Z” yang diselenggarakan pada Selasa, 26 Mei 2026 melalui Zoom Meeting.
Dalam seminar tersebut, Ketua STIE Y.A.I, Dr. Reschiwati, SE., M.M., Ak., CA menegaskan bahwa dunia bisnis saat ini mengalami perubahan besar.
“Era digital membuka peluang bisnis bagi mahasiswa dan anak muda. Bisnis tidak harus menunggu lulus kuliah,” ujarnya.
Menurut beliau, modal utama dalam membangun usaha saat ini bukan hanya soal uang, tetapi juga kreativitas, keberanian, dan konsistensi.
“Modal utama generasi muda saat ini adalah kreativitas, keberanian mencoba, dan konsistensi dalam menjalankan usaha,” jelasnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa pola bisnis modern berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika dahulu bisnis identik dengan toko fisik dan modal besar, kini usaha dapat dimulai dari media sosial.
“Dulu bisnis membutuhkan toko fisik dan modal besar. Sekarang, bisnis bisa dimulai dari media sosial dan pasarnya dapat menjangkau seluruh Indonesia,” katanya.
Dalam seminar tersebut, Gen Z dinilai memiliki banyak keunggulan untuk berkembang di dunia bisnis digital. Kemampuan memahami teknologi dan cepat beradaptasi menjadi nilai lebih generasi muda saat ini.
“Gen Z memiliki keunggulan karena melek teknologi, kreatif membuat konten, cepat mengikuti perkembangan, dan berani mencoba peluang baru,” ungkapnya.
Selain itu, peserta juga diajak memahami bahwa bisnis besar selalu dimulai dari langkah kecil.
“Ide kecil bisa menjadi brand besar jika dijalankan dengan konsisten,” tuturnya.
Beliau menekankan bahwa branding, pelayanan, dan konsistensi menjadi kunci penting dalam membangun usaha.
“Jangan takut memulai dari hal sederhana. Bisnis besar selalu dimulai dari langkah kecil,” tambahnya.
Seminar ini juga membahas strategi bisnis kekinian yang relevan bagi mahasiswa dan generasi muda. Salah satunya adalah membangun personal branding melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram.
“Mulailah dari skill yang dimiliki, bangun personal branding, manfaatkan media sosial, dan jangan takut gagal,” jelasnya.
Menurut beliau, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar dalam membangun usaha.
“Berani gagal dan terus evaluasi menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnis,” katanya.
Dalam sesi mengenai mahasiswa dan kewirausahaan, beliau menegaskan bahwa kuliah dan bisnis dapat berjalan bersamaan apabila mampu mengatur waktu dengan baik.
“Pengalaman usaha menjadi nilai tambah bagi mahasiswa. Selain belajar di kelas, mahasiswa juga memiliki jaringan dan peluang besar untuk berkembang,” ujarnya.
Seminar ini juga menyoroti pentingnya mindset entrepreneur bagi generasi muda, seperti kreatif, inovatif, disiplin, konsisten, pantang menyerah, dan mampu melihat peluang.
Sebagai penutup, peserta kembali diingatkan untuk tidak takut memulai usaha sejak sekarang.
“Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Ide sederhana bisa menjadi bisnis besar jika dimulai dari sekarang dan terus berkembang mengikuti zaman,” pungkasnya.

English
